Begini Kondisi Pejabat yang Disiram Air Keras

HOREINFO – Polisi belum berhasil mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalsel Asep Syarifuddin. Belum terkuak siapa pria misterius yang melakukan penyerangan kepada Asep.

Meski demikian, kondisi kesehatan Asep sendiri sudah mulai berangsur pulih. Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group) yang bertandang ke ruangan perawatan, melihat wajah, dada serta bagian tangan Asep masih dibalut dengan perban. Asep tak bisa diwawancarai. Lidahnya juga terkena cairan air keras yang diduga asam sulfat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalsel Ferdinand Siagian mengatakan, semenjak dibawa ke Rumah Sakit Suaka Insan, petugas medis sudah melakukan pelayan maksimal. Ferdinand, sendiri kembali melihat perkembangan kesehatan Asep, Kamis (29/11).

Kerusakan kulit wajah Asep cukup serius. Dokter bedah plastik melakukan tiga kali operasi. Pertama, pada tanggal 21 November, dua hari kemudian atau 23 November operasi kembali dilakukan, dan terakhir tanggal 27 November.

Setelah dioperasi, pihaknya masih melihat perkembangan Asep dalam seminggu ke depan. “Yang menjadi perhatian dokter adalah di bagian hidung, mulut, pundak kiri dan kanan.

Ferdinand menyerahkan sepenuhnya pengungkapan kasus ini kepada kepolisian. Keterangan dan informasi sudah diberikan. Kita suport beliau, supaya cepat sembuh.

Asep disiram air keras oleh seorang pria misterius, Selasa (20/11) malam sesaat keluar dari halaman parkir sebuah kafe di perempatan Jalan Tarakan dan S Parman, Banjarmasin. Tak ada yang mengetahui bahkan mengenali ciri-ciri pelaku yang diketahui seorang pria tersebut. Di lokasi hanya tertinggal gelas plastik yang masih tersisa cairan air keras dan tisu.

Kepolisian bekerja keras mengungkap kasus ini. Hingga Kamis mereka telah memeriksa lima orang di kafe, diantaranya dua orang penjaga parkir di kafe, bernama Hairil dan Denni Aditya.

Tiga orang saksi lainya, adalah Nadia sebagai manager kafe, dan Nana serta Wulan sebagai karyawan. Merekalah yang telah memberikan pertolongan kepada Asep begitu insiden penyerangan itu diketahui.

Asep sendiri malam itu mengemudikan mobil dinasnya dari rumah menuju kafe. Diperkirakan Asep tiba pukul 19.00 Wita. Dia memesan segelas teh panas dan duduk di meja yang ada dua kursi.

Setelah beberapa saat lamanya, Asep kemudian membayar dan beranjak pulang. Saat di parkiran, dia didekati seorang lelaki yang berjalan dari arah depan mobilnya. Mengira bahwa lelaki itu adalah penjaga parkiran, Asep merogoh kantong celananya untuk membayar.

Tak disangka, pria itu terus mendekatinya dan langsung mengarahkan sesuatu ke wajah Asep. Asep kaget dan merasakan rasa panas di wajah dan lehernya.

Dia kemudian segera berlari ke dalam kafe dan meminta tolong kepada karyawan untuk mengambilkan air, membasuh wajahnya.

Kebetulan saya lagi dari belakang, ada ribut –ribut ternyata salah satu tamu terlihat kesakitan. Saya lihat wajahnya memerah dan melepuh.

Sebelumnya, ia sendiri tak memperhatikan Asep. Ketika mengantarkan pesanan Nita hanya mendapati korban duduk sendiri. Memang banyak tamu malam itu saya juga tak memperhatikan lagi dengan bapak itu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Komisaris Besar Polisi Sofyan Hidayat sempat mengeluhkan CCTV yang mengarah ke tempat parkir yang sudah dalam kondisi rusak. Sejauh ini, polisi sendiri belum membuat banyak kemajuan. Doakan kami bisa mengungkap kasus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*