Thailand Akan Menjadi Negara Asia Pertama yang Melegalkan Ganja

Thailand Akan Menjadi Negara Asia Pertama yang Melegalkan Ganja

HOREINFO – Thailand Akan Menjadi Negara Asia Pertama yang Melegalkan Ganja Dan Pemerintah Thailand diisukan tengah memperkirakan untuk melegalkan ganja untuk pengobatan
Seorang petinggi mengatakan pada Rabu 31 Oktober. Bangkok disebut tertarik dengan kesempatan untuk memproduksi industri yang bernilai miliaran dolar AS itu. Tak lain adalah pengembangan produk pengobatan medis terbaik di dunia.

Diringkas dari South China Morning Post pada Kamis (1/11/2018). Beberapa negara telah mensupport penggunaan ganja sebagai kebutuhan medis, termasuk Kanada, Australia, Israel. Dan lebih dari separuh bagian negara di AS.

Bahkan Thailand akan menjadi negara pertama di Asia yang melakukannya, di mana menurut laporan Grand View Research. Yang dapat memasuki pasar perdagangan senilai US$ 55,8 miliar (setara Rp 844 triliun) pada 2025.

Untuk sekarang ini.Rancangan undang-undang yang mengizinkan penggunaan ganja secara terbatas, telah dikirim ke Majelis Legislatif Nasional (NLA) junta militer.

“Kami telah memberikan pengajuan tersebut kepada pemerintah,” ujar Jet Sirathraanon. Ketua komite kesehatan publik NLA, menambahkan bahwa akan ada pembacaan pertama di parlemen Thailand.
Dalam waktu satu bulan ke depan.”Ganja hanya akan dijadikan bahan pengobatan, bukan untuk penggunaan lainnya,” tegasnya.

Ganja tetap produk ilegal di Thailand, dengan hukuman keras yang dikaitkan pada perdagangan narkoba. Walaupun pada kenyataannya, negara itu tetap menjadi salah satu pusat transit obat-obatan terlarang di sekitar Asia Tenggara.

Namun lebih dari itu, gagasan tentang legalisasi ganja sejatinya telah diterima sejak lama oleh masyarakat Thailand. Dimana petinggi junta sebelumnya sempat melontarkan usulan mereformasi UU Anti Narkoba.

Beberapa tradisi lokal, terutama di kawasan utara Thailand. Juga pernah memasukkan ganja sebagai bagian dari kebiasaan hidup masyarakatnya. Hal ini bisa terlihat pada penggunaan sebagai bumbu penyedap dan fungsi anti peradangan.

Dinilai Terlambat Melakukan Perubahan

Kota bangkok

Untuk sementara, Parlemen Thailand mengatakan bahwa pemerintah telah menunda membuat perubahan terlalu lama. Sementara negara-negara lain seperti Kanada dan Australia telah memanfaatkan momen positif itu. Termasuk melegalisasi potensi ekspornya.

Ditambahkan bahwa kemungkinan meraup untung besar dari legalisasi ganja untuk keperluan medis. Utamanya didukung oleh kawasan Segitiga Emas,perbatasan Thailand, Laos, dan Myanmar. Adalah wilayah dengan kualitas tanaman ganja yang sangat baik.

“Dengan kelebihan ini, Thailand dapat menghasilkan ganja yang luar biasa bagus. Dengan biaya produksi lebih murah dibandingkan para petani Barat,” kata Jim Plamondon, Wakil Presiden Pemasaran di Thai Cannabis Corporation. Yang merupakan perusahaan ganja legal pertama di Negeri Gajah Putih.

“Ke depannya, Thailand akan merebut kembali warisan budaya, dengan menjadi penumbuh, pengolah. Dan produsen produk ganja terkemuka di dunia,” lanjutnya.

Setiap perusahaan yang serius tentang ganja harus mulai memindahkan rantai pasokannya ke Thailand

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*