Menelisik Alasan Pesantren Jadi Magnet Safari Capres-Cawapres

Menelisik Alasan Pesantren Jadi Magnet Safari Capres-Cawapres

Menelisik Alasan Pesantren Jadi Magnet Safari Capres-Cawapres

Hore.info, Jakarta – Kandidat capres-cawapres, entah dari kubu Jokowi-Ma’ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai bersafari ke pondok pesantren di masa kampanye Pilpres 2019. Safari ke ponpes dinilai memiliki pengaruh signifikan untuk meraih suara.

“Pesantren memiliki tradisi namanya sami’na wa atho’na, yaitu ketaatan ‘robotik’ terhadap seorang kiai dan pemimpin. Kalau ada kandidat capres, mau Pak Jokowi atau Pak Prabowo ke pesantren, dengan mengunjungi salah satu pesantren dengan harapan kiai yang dikunjungi mau mendukung dan santrinya otomatis akan mendukung,” ujar Dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno saat dihubungi, Minggu (14/10/2018).

Baca juga: Yenny Wahid: Capres Boleh ke Pesantren, Asal Tak Kampanye Vulgar
Hampir semua kandidat sudah bersafari ke ponpes di masa kampanye, seperti Prabowo ke Ponpes Asyafi’iyah Sukabumi, Sandiaga ke Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, atau Ma’ruf ke Ponpes Al-Munawwir Bantul. Menurut Adi, biasanya para santri atau warga di sekitar ponpes akan mengikuti pilihan politik dari kiai yang ditemui salah satu dari kedua kubu tersebut.

Menelisik-Alasan-Pesantren-Jadi-Magnet-Safari-Capres-Cawapres

Apalagi, kata Adi, jumlah ponpes di Pulau Jawa saja terhitung ribuan jumlahnya. Khususnya ponpes di Jawa Timur yang bakal menjadi magnet bagi kubu Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga.

Baca juga: ‘Reunian’ di Krapyak, Ma’ruf Amin: Saya Tak Kampanye di Ponpes

“Kenapa roadshow politik Pak Prabowo atau Pak Jokowi relatively ke Jawa Timur kan dan sedikit ke Jateng karena pesantren di sana ribuan. Sidoarjo apalagi atau daerah Tapal Kuda. Bukan hanya santri yang mengikuti pilihan politik pak kiai, tapi masyarakat sekitar cenderung mengikuti pilihan politik pak kiai,” bebernya.

Adi menjelaskan, para kandidat tidak masalah bersafari ke ponpes asalkan tidak memenuhi unsur berkampanye seperti menyampaikan visi-misi atau ajakan memilih. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta turun tangan jika kandidat capres-cawapres terbukti kampanye di ponpes.

Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Santri Olah Hasil Pertanian Khas Probolinggo

“Kalau sebatas silaturahmi, pengajian, istigasah, ceramah, itu tidak masuk kategori kampanye dalam pasal 280. Mestinya tidak ada yang reaktif kalau capres ke pesantren, cukup Bawaslu meminta setiap capres, kalau mereka kampanye, baru kena pasal,” tutur Adi.
(dkp/imk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

HorePoker-IDNPoker-IDNPlay-Event-Anti-GolPut

FREEBET ANTI GOLPUT

IDN POKER, kembali mengadakan freebet senilai 15.000 dengan syarat dan ketentuan yang sangat mudah tanpa ...

Golkar-Akan-Usut-Pembawa-Bendera-Partai-di-Kampanye-Besar-Prabowo!

Golkar Akan Usut Pembawa Bendera Partai di Kampanye Besar Prabowo!

Hore.info, Jakarta – Bendera Partai Golkar tampil di kampanye besar Prabowo Subianto di Makassar. DPP ...

Ada-Bendera-Golkar-di-Kampanye-Besar-Prabowo-di-Makassar

Ada Bendera Golkar di Kampanye Besar Prabowo di Makassar

Hore.info, Makassar – Calon presiden Prabowo Subianto mengadakan kampanye besar di Lapangan Karebosi, Makassar. Bendera ...

Massa-Kampanye-Besar-Prabowo-Mulai-Ramaikan-Lapangan-Karebosi-Makassar

Massa Kampanye Besar Prabowo Mulai Ramaikan Lapangan Karebosi Makassar

Hore.info, Jakarta – Calon presiden Prabowo Subianto mengadakan kampanye besar di Makassar, Sulawesi Selatan. Mendekati ...

Benderanya-Digunakan-di-Kampanye-Prabowo-Sandi,-Golkar-Lapor-Bawaslu

Benderanya Digunakan di Kampanye Prabowo-Sandi, Golkar Lapor Bawaslu

Hore.info, Jakarta – Partai Golkar keberatan atas munculnya benderanya di kampanye besar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ...

Tidak-Seperti-TKN,-BPN-Tidak-Bawa-serta-Kepala-Daerah-Waktu-Kampanye-Terbuka

Tidak Seperti TKN, BPN Tidak Bawa serta Kepala Daerah Waktu Kampanye Terbuka

Hore.info, Jakarta – Tidak seperti tim TKN Jokowi-Ma’ruf, Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menjelaskan ...